Wednesday, 5 March 2025

Hikmah dari Sakit di Awal Bulan Ramadan 2025

Tepatnya Jum'at kemarin 28 Februari 2025/ 29 Sya'ban 1446H sebelum memasuki 1 Ramadan. Saat paginya fisik masih terasa sehat-sehat saja, bahkan aktivitas keluar sampai jelang sholat Jum'at. 

Nah, ba'da waktu sholat Jum'at selesai, tiba-tiba entah kenapa tubuh mendadak merinding panas dingin tidak jelas penyebabnya. Lantas memutuskan untuk tidur sejenak namun selang beberapa jam ternyata masih merasakan hal yang sama hingga waktu sahur. Anehnya, dalam rentang waktu cukup lama tidak terbesit rasa lapar sama sekali. 

Ketika sahur tiba, mencoba untuk makan sahur dan minum beberap teguk air putih. Selanjutnya ke kamar mandi dan ternyata tanpa diduga mendadak ada rasa mual tak tertahankan, alhasil muntahlah menu sahur yang tak seberapa itu. Memang sejak awal makan sahur sudah terasa kurang enak. 

Tetap lanjut puasa karena berpikir masih kuat dan mungkin nanti ke depannya akan lebih banyak istirahat. Puasa hari pertama sudah ditemani rasa mual, muntah dan itu berlanjut sampai berbuka puasa. Meski demikian, sempat periksa ke dokter dan diberi obat. 

Sekilas info: apakah muntah membatalkan puasa? Di sini ada perbedaan pendapat tergantung keadaan. 

Apabila muntah disebabkan kondisi medis atau tidak sengaja, maka diperbolehkan untuk lanjut berpuasa asalkan setelah itu memastikan tidak ada sisa-sisa makanan yang tertelan. Jika kondisinya disengaja yaitu melakukan beragam cara, semisal merogoh tenggorokan agar muntah maka batal puasanya dan kemungkinan bisa dosa. 

Lanjut ke cerita: waktu berbuka tiba, baru saja minum dua teguk air, sudah muntah kembali. Akhirnya memutuskan untuk tidur sejenak, terbangun sekitar pukul sembilan malam. Saat itu mencoba minum obat, beberapa teguk air, secuil pisang olahan dan kurma. Jeda beberapa jam tidur kembali hingga sahur. 

Alhamdulillah sudah berkurang rasa mual dan tidak muntah. Hari berikutnya rutin jaga pola makan, pola hidup dan banyak istirahat. Lambat laun berangsur membaik. 

Lantas hikmah yang bisa diambil: memang diminta untuk meluruskan pola hidup. Sebelumnya sering kali setelah makan ketiduran karena kurang bisa menahan kantuk. Sekarang lebih berhati-hati. 

Itulah sebabnya ada anjuran agar tidak tidur setelah sahur, salah satu dampaknya bisa memicu asam lambung. Seusai makan juga tidak dianjurkan untuk langsung bergerak, ambil jeda beberapa menit/ 10 menit, tergantung porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. 

Hikmah lainnya, mendadak jerawat hilang sebab beberapa hari pantang konsumsi makanan berlemak, pedas dan lebih banyak konsumsi buah, sayur serta olahan rebus lainnya. 

Tidak menyangka bulan Ramadan memang benar-benar bulan penuh berkah bahkan untuk orang sakit sekalipun. Walau belum bisa maksimal ibadah dan mengikuti agenda Ramadan di masjid, tapi setidaknya mendapat hikmah bisa jadi hiburan tersendiri. 

Cukup sekian dulu ya... 

Terima kasih sudah berkunjung... Semoga Ramadan kita tahun ini bisa berjalan lancar hingga ke depannya, semangat ibadah, mendapat berkah berlimpah, sehat selalu dan banyak rejekinya aamiin .....


Sunday, 2 March 2025

Kenapa Perempuan Itu Masih Single di Usia 30?

Ada sosok perempuan yang masih single meskipun sudah menginjak kepala 3. Dalam masyarakat Indonesia, single di umur tersebut merupakan aib dan terus-menerus dihasut untuk segera menikah. Apalagi ketika kumpul bersama keluarga besar, kemungkinan akan disindir. Tapi tergantung karakter kerabatnya juga, tidak selalu mendapatkan perlakuan tidak mengenakan. 

Banyak orang menyuruh supaya cepat menikah karena beragam faktor, mulai dari umur hingga dalih-dalih agama. Memang tidak salah memberikan anjuran atau nasihat, asalkan tahu kondisi orang yang masih single. 

Kadang sebagian orang hanya mengedepankan asumsi sendiri dan terlalu memaksakan kehendak. Apa yang menurut orang baik, belum tentu juga baik bagi dirinya. 

Ketika seorang perempuan tersebut ditanya dan dikomentari: "Kenapa belum menikah? Kriteria yang kamu cari seperti apa? Jangan lama-lama ntar jadi perawan tua. Perempuan itu gak usah milih-milih, siapa yang mau nglamar langsung diterima aja"

Bayangkan kalimat tadi dilontarkan di depan banyak orang dan bahkan kedua orang tuanya mendengar. Dia yang semula menyambut dengan ramah, berangsur terpuruk mendengar kalimat dari sosok yang anak-anaknya sudah sukses dan beliau banggakan.

Lantas berhak melontarkan kalimat buruk kepada seseorang perempuan tidak punya status jabatan, kerja serabutan, setiap hari mencoba untuk tetap waras, minim yang mengerti, bahkan dia menahan diri untuk tidak bercerita di media sosial sekalipun. 

Karena dia tidak kuat dan perasaannya saat itu memang sedang lelah, maka ia putuskan menghindar ke dalam kamar lalu pura-pura masak di dapur. Dia kalau boleh merespon, mungkin rasanya ingin berteriak, memaki dan sebagainya. Tapi dia lebih memilih meredam emosinya. Ingin sekali ku katakan pada perempuan itu, "Hey kamu sesekali ngamuklah biar orang-orang tidak semena-mena terhadapmu". 

Kalimat "ndak apa-apa" sering kali terucap dari perempuan berkepala 3 ini. Seandainya aku ada di dunianya, akan ku bela dia sampai orang yang mencela tadi tidak berkutik. 

Berharap saja orang-orang seperti dia, doanya diijabah dan dilindungi oleh Alloh. Apalagi kini dia sudah kehilangan kedua orang tuanya, 2 pahlawan yang selama ini selalu membelanya. Dia mencoba untuk berani bicara meski sering terbata-bata. Percayalah sebenarnya dia sudah perlahan belajar dan membenahi diri tapi dia masih merasa bingung dengan perubahan drastis setelah kepergian orang tuanya. 

Dia bercerita sejak dulu kecil sering jadi korban bully karena fisiknya. Sulit bagi dirinya untuk bangkit, hanya saja sekarang ia merasa terbantu dengan adanya habit 'memakai masker'. Kini dia hampir tidak pernah lepas masker, kecuali saat makan, tidur, sholat, sendirian, pas photo SIM dan keperluan mendesak lainnya. 

Ku mengira dia mau belajar bercadar ternyata memang punya alasan tersendiri. Kebiasaannya muncul ketika seluruh penghuni di rumahnya terkena covid sehingga dilakukan isolasi mandiri di rumah. Saat dia sakit dan orang sekitarnya juga terjangkit, dia berusaha memotivasi, nawarin makanan apa yang disuka dengan order gofood, berusaha konsisten memberi obat herbal dan beberapa obat dari puskesmas. Bab ini skip aja ya, soalnya cerita bakal jadi panjang. 

Alasan pakai masker, salah satunya karena pengalaman traumatis tadi. Lama-kelamaan jadi kebiasaan. Lalu alasan kedua, semenjak pakai masker, dia merasa kekurangannya tertutupi dan tidak perlu menutup mulut dengan tangan saat berbicara. 

Yang dulunya sering mengeluhkan soal penampilan, lambat laun mulai nyaman. Meski demikian, hal itu tidak merubah mindsetnya. Dia selalu merasa sadar diri sebelum mengambil keputusan ataupun peran. 

Bahkan hanya untuk bisa naik motor, dia baru bisa melakukannya di usia kepala 3. Itupun karena dia tidak ingin terus-terusan merepotkan orang-orang di sekitarnya. Di satu sisi, dia was-was karena jalan ramai atau sesekali motor kurang nyaman dipakai. 

Untuk naik motor saja, dia penuh pertimbangan dan menyiapkan mental apalagi soal pernikahan. Tentunya bukan untuk main-main. Dia benar-benar harus bisa mempertanggungjawabkan tidak hanya di dunia tapi juga akhirat. 

Dalam islam hukum menikah itu ada 4 sesuai kondisinya: wajib, sunnah, makruh dan haram. Bisa tanyakan ke ustad atau ahlinya langsung, bila ingin tahu secara spesifik.  

Sayangnya banyak sekali yang mendesak tanpa edukasi. Seolah-olah pandai provokasi padahal rumah tangganya perlu dipertanyakan sendiri. 

Ketika melihat orang yang rumah tangganya tenang dan tahu sepak terjang di dalamnya, tidak bakal menghabiskan waktu untuk memaksa seseorang sampai terganggu. Malahan kalau butuh nasihat atau pengalaman seputar rumah tangga, mereka bercerita supaya orang lain bisa mendapatkan pelajaran. Tapi tetap keputusan ada di pihak perempuan/ laki-laki itu sendiri. Cobalah untuk bersikap bijak, kalian udah menikah lho... Seharusnya bisa lebih dewasa pemikirannya. Dan mungkin saking sibuknya pasangan-pasangan yang membangun rumah tangga, tidak sempat merecoki kehidupan seorang single. 

Coba sesekali tanyakan pada mereka yang terus mendesakmu, "Apa kamu bisa mempertanggungjawabkan kehidupan rumah tanggamu di dunia dan akhirat" (misal muslim). 

Memang rumah tangga tidak selalu sempurna tapi jangan sampai kekesalan pada orang rumah atau keaadaan, membuat orang luar terganggu dengan sikapmu yang terus mendesak. Untung kalau orang itu hanya respon senyum, berkata positif atau menahan diri. Coba diulti balik, kamu yang bakal tidak berkutik. 

Jaga lisan apalagi saat lebaran. Seharusnya saling bermaaf-maafan, bukannya malah menorehkan dendam dan ketidaknyamanan. Hindari topik sensitif, masih banyak topik lain dan receh. Misal tanyakan "Kucing di rumah sekarang ada berapa?", saat melihat sosok yang sering berinteraksi dengan kucing. Atau "Lebaran di sini sampai berapa hari?", "

"Wah sekarang udah besar-besar ya anaknya, namanya siapa?" 

"Kakaknya gak kelihatan, sekarang lagi mudik ya?" Berapa hari mudiknya?" 

Semisal tidak bisa basa-basi ya lebih baik diam saja menikmati makanan.  

Intinya sadar diri sebelum mengoreksi orang lain. Nantinya kamu akan lebih berhati-hati dan bijak dalam bertindak maupun berucap. 

Memang setiap keputusan dipilih dengan penuh kesadaran diri, supaya nantinya tidak frustrasi dan tidak mudah menyalahkan sana-sini. 



Saturday, 11 January 2025

Rekomended Mie Enak Versi CCS

Hai sobat blogger, udah lama gak posting. Sekarang sudah menginjak tahun 2025, apa masih ada yang makan mie pakai nasi? Kalau ada, ya berarti senasib hehe..

1. Mie Sukses

Dari sekian banyak mie branded, pilihan tertuju pada satu nama mie yaitu mie "Sukses". Biasanya dijual kisaran harga Rp.3.0000,- an sampai Rp.4000,- an. Porsinya lumayan banyak karena 1 bungkus terdapat 2 mie. 

Selain itu, bumbu juga terasa enak dan membuat ketagihan. Ini seperti perpaduan mie goreng Sedap dan Indomie goreng. Kalau mie Sedap cenderung banyak mie tapi kurang bumbu sedangkan indomie porsi mie sedikit namun kebanyakan bumbu. Jadi menurut pribadi, mie Sukses rasa Ayam Kremes bisa mewakili dari kedua mie tadi. 

Mie Sukses juga memiliki beberapa varian diantaranya rasa Ayam Geprek, Kuah Kare, Ayam Kecap dan Rendang. Pernah mencoba varian lain tapi rasanya biasa saja. Memang paling enak varian rasa Ayam Kremes. Rasa Ayam Geprek cukup pedas bagi diri sendiri yang kurang suka pedas. 

2. Indomie Salted Egg

Sepertinya sudah tidak ada varian rasa ini. Padahal lumayan enak dan rasanya cukup unik. 

3. Indomie Rasa Mie Aceh

Dulu pertama kali beli, ku kira tidak ada rasa pedasnya tapi ternyata cukup pedas. Kalau tidak dicampur bumbu pedas, rasanya ada yang kurang. Di satu sisi juga kepedesan. Alhasil buah bingung dan tetap memasukkan bumbu pedas plus untuk teman makan nasi hehe..

4. Indomie Rasa Takoyaki

Lumayan enak dan berasa seperti makan takoyaki. Seandainya mie disajikan dalam bentuk bulat-bulat lalu dituangkan bumbu takoyaki, mungkin lebih berkesan. 

5. Mie Sedap Korean Spicy Keju

Lebih suka karena terdapat rasa keju. Memang pedas tapi masih bisa dimaklumi. 

6. Mie Noodle Rasa Burger dan Pizza

Entah masih ada atau tidak merk mie satu ini. Mie favorit saat masih kecil, soalny jarang ada varian rasa pizza dan burger. 

7. Mie Goreng Richese Keju

Ketika makan mie ini begitu terasa kejunya, bahkan saat merebusnya saja sudah tercium aroma keju. Varian rasa pedasnya juga enak. 

Friday, 3 January 2025

Suka Duka Jadi Creator Capcut

Setelah kemarin berbagi info mengenai cara hasilkan cuan dari Capcut. Nah, sekarang ingin menuliskan pengalaman suka duka jadi creator Capcut. 

Awalnya kenal capcut gara-gara download Tiktok untuk posting jualan. Seringkali sebelum posting katalog, mampir dulu edit video. Dari sejak SMP memang suka edit video, jadi nostalgia hobi lama. 

Keberadaan template-template di Capcut sangat membantu keperluan promosi. Ditambah lagi waktu itu lagi sibuk-sibuknya. Langsung bisa ekspor template dengan efek + sound yang menarik. Kadang juga sesekali scroll template dakwah, guna menenangkan hati. Sempat ada keinginan membuat template dakwah, tapi masih kesulitan dapat video ceramah/ kontennya. 

Lambat laun, suka scroll dan cari template-template menarik tapi entah kenapa template yang fyp di berandaku, kurang menarik. Akhirnya, coba iseng-iseng edit dan ekspor video promo sendiri. Wah ternyata asik juga, apalagi saat itu masih banyak efek atau fitur yang belum "Pro (Berbayar)". 

Di satu sisi, pernah muncul vt di tiktok tentang menghasilkan cuan dari Capcut. Batinku, tambah menarik ni. Coba nyari tutorial di google dan menerapkannya. Tidak disangka, selang beberapa hari, diterima jadi creator Capcut lewat sebuah agency. Lebih detailnya bisa baca di artikel-artikel sebelumnya ya. 

Kurang lebih selama sebulan belum ada reward komisi sama sekali. Kalau dapat komisi harus menunggu fyp dan banyak ekspor dulu, tampaknya sulit dan mustahil. Kadang terbesit ingin menyerah saja. Selain itu, kondisi hp yang tidak menentu dan sering lambat akibat terlalu banyak memori, sangat melatih kesabaran. Saking sabarnya sampai berhenti membuat template. Bahkan, pernah juga beberapa bulan hiatus, tidak posting template karena aplikasi tidak mendukung. Ketika masuk aplikasi, tiba-tiba keluar sendiri. 

Kemudian inisiatif tanya ke anggota komunitas (agency). Alhamdulillah, dapat solusinya. Pikirku, kenapa tidak dari dulu tanya ke agency. Sempat tanya google tapi tidak menemukan solusi sama sekali. 

Letak permasalahan ada pada aplikasi upgrade otomatis ke versi terbaru tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Padahal semakin baru aplikasinya, semakin bagus fiturnya, semakin berat pula kinerjanya. Ternyata hp androidku tidak mampu mengoperasikan versi terbaru. Untungnya bumi masih berputar,,, eh bukan hehe... Untungnya disarankan untuk menghapus versi lama dan instal versi yang lebih rendah. 

Selanjutnya mulai aktif kembali posting template. Seiring berjalannya waktu dan konsisten produksi template, dapat komisi dari event HQ. Jika syarat template HQ tepenuhi, maka berpeluang dapat komisi. Konten harus jernih, backsound aman dan tambah bernilai lagi ketika banyak pengguna yang ekspor. Di sini, hanya dapat receh $0.32 dan $0.19 dari 2 video.

Sempat hiatus lagi karena harus merawat ortu dan kadang begadang nyuri-nyuri jam tidur untuk bikin template. Meski lelah, masih berusaha mencari penghasilan di saat finansial tidak baik-baik saja (eh malah curhat). Lanjut lagi ke pengalaman berikutnya..

Tepat di pertengahan tahun 2024, ada undangan masuk ke grup AI (mungkin karena sering buat template AI). Gabunglah ke komunitas AI, di sana ada event AI i2i, mengubah foto menjadi ilustrasi ala komik atau sesuai prompt yang ditulis. 

Sebenarnya senang dengan event AI ini. Bisa mendapat reward yang lumayan walau receh, yaitu 2$ (sebagai reward aktivitas karena konsisten produksi template dan minimal ada 1 pengguna yang ekspor). Creator minimal produksi 5 template AI atau lebih dalam seminggu. Jadi $2 dikali 4, alhasil dapat $8. Lumayan daripada tidak sama sekali.

Setelah event AI selesai, ternyata dapat undangan untuk gabung ke program "SEA Pro Viral". Sebelumnya juga ada undangan "US Pro" tapi sayang kuota sudah penuh saat akan mendaftar. 

Dalam program "SEA Pro" terdapat beberapa kategori diantaranya Pro "Viral", Pro "Vertikal" dan Pro "Bussines".

- Pro Viral: Creator diminta untuk membuat template sesuai ketentuan "Pro" dengan tema-tema atau backsound yang sedang viral. 

- Pro Vertikal: Creator ditugaskan produksi template dengan mode vertikal (biasanya size 9:16). 

- Pro Bussines: Creator diminta produksi template-template untuk keperluan promosi atau bisnis. Misal: template promo fashion

Selama ikut program SEA Pro Viral, persaingannya semakin ketat. Diharuskan pula submit link template di form yang sudah disediakan. Belum tentu template tersebut diterima, harus melalui lolos ketentuan juga. Maka agak kesulitan mendapat reward dari program ini. Apalagi jika tidak konsisten dan tidak memperhatikan kualitas konten. 

Ada creator yang produksi template banyak namun sayangnya template yang lolos hanya sedikit atau malah tidak lolos. Di sinilah perlunya memilih materi berkualitas jernih dan memanfaatkn fitur di Capcut, supaya hasilnya seperti HD. Template "Pro" memang berbayar dan budgetnya berbeda-beda. Misal: pengguna harus bayar Rp.5000,- jika ingin ekspor template "Pro". Di sisi lain, ada juga template seharga Rp.3000,-. Itu semua ditentukan oleh sistem pihak Capcut. 

Bila ingin mengaktifkan langsung juga bisa tapi seandainya tidak diterima oleh sistem, maka template hanya berbayar ketika digunakan secara penuh, seperti contoh logo diamond pada template tertentu.


Namun sistem tersebut bakal diganti dengan fitur monetisasi otomatis. Jadi apabila si creator ingin mengaktifkan template "Pro", maka pilih menu "Capcut Pro". Jika tidak, creator dapat memilih menu "Gratis" sehingga pengguna tidak harus membayar template atau berlangganan Capcut "Pro"

Setelah event tersebut selesai, terhitung sampai detik itu, hanya dapat reward berupa poin saja. 

Nah, berbicara mengenai poin, seberapa pentingkah poin di Capcut? Semakin bertambah poin semakin meningkat levelnya. Sistem terbaru, puncaknya berada di level 8. Setiap level membuka peluang untuk menikmati fasilitas-fasilitas tertentu. Misal: Level 5 (Rising Creator) mendapat lencana logo di foto profil kun, bonus booster template guna memperluas viewers/ pengguna, membuka peluang dapat komisi lebih banyak. 

Contoh lain: level 6 dapat akses fitur "Pro" gratis selama seminggu dalam 1 bulan. Level 7 kemungkinan dapat merchandise. Ada pula reward penghargaan berupa fasilitas "Pro" permanen. Kamu bisa lihat di halaman informasi untuk lebih tahu detail benefitnya.

Semakin bertambahnya tahun, sistem Capcut terus mengalami perubahan. Di satu sisi menguntungkan namun juga ada kelemahannya. Misal: adanya template "Pro" membuka peluang lebih besar bagi creator capcut untuk mendapatkan penghasilan.

Berbeda dari sistem lama dimana template harus mencapai ribuan ekspor supaya dapat reward, kini kehadiran "Pro" template tidak diwajibkan memenuhi target tersebut. Selama ada pengguna (akun) Pro yang ekspor template "Pro" milikmu, maka kamu bisa mendapatkan dollar. Contohnya akhir-akhir ini, diundang oleh pihak agency untuk ikut program "Even green dan Even End of Years (Event "Pro" akhir tahun). Dampak positifnya, ada beberapa template yang baru saja menghasilkan setelah sekian lama belum ada pemasukan. Walaupun penghasilan masih receh ($0,01), setidaknya ada sedikit kemajuan. 

Memang dibutuhkan kesabaran, ketekunan, konsisten dan terus belajar upgrade skill agar bisa sukses jadi creator capcut. Nikmati saja prosesnya karena fokus pada hasil malah membuat diri jadi frustrasi. 

Oke, cerita pengalaman cukup sampai di sini dulu. Jika ada pertanyaan atau ingin diskusi mengenai Capcut, bisa tulis di kolom komentar atau tanya "Google/ Meta AI" ya.. bisa juga ke agency jika sudah masuk agency

Saturday, 23 November 2024

Kejadian Yang Merubah Cara Pandangku Terhadap Hidup

Sudah setahun sejak ortu meninggal, banyak sekali hal yang dialami. Mulai dari yang awalnya ada muncul perasaan bersalah dan mungkin juga sedikit denial. Namun perlahan mulai menerima, meski terkadang masih mempertanyakan “Kenapa aku masih dihidupkan? padahal aku adalah salah satu anggota keluarga yang paling tidak semangat menjalani hidup”. Ketika ada bapak ibu, hidup jadi lebih bervariasi dan berarti. Bisa mengambil banyak pelajaran dari pengalaman-pengalaman beliau”.

Perasaan bersalah masih menghantui, kenapa tidak bisa merawat bapak ibu dalam satu waktu. Saat itu kedua orang tua sempat sakit dan opname di rumah sakit. Karena hanya dua bersaudara. Kakak kerja + sudah berkeluarga dan enggan merepotkan orang lain, maka saat itu sering jaga sendiri meski harus bolak-balik ruangan. 

Sempat bapak masuk ke ruang HCU dan ibu opname di ruang rawat inap. Ruang tunggu pasien HCU penuh, alhasil tidur di ruang rawat inap ibu. Memang sering dilanda cemas karena memikirkan bagaimana cara menjaga 2 pasien beda ruangan. Perasaanku campur aduk, antara frustrasi tapi juga penuh harap untuk kesembuhan kedua orang tuaku. Bahkan kesehatanku kala itu juga lagi tidak baik-baik saja. 


Berlanjut setelah keluar dari HCU, dipindahkan ke ruang rawat inap dan belum bisa jadi satu ruangan. Jadi semalaman bolak-balik dari satu ruangan ke ruangan lain. Hanya bisa pasrah dan berusaha sesuai kemampuan. 


Ada sebuah kejadian di mana saat itu benar-benar membuat syok. Ketika sedang memberikan obat ke ibu, tiba-tiba seorang penunggu pasien sebelah datang mengabarkan bahwa bapak jatuh dari tempat tidur. Bergegas langsung ke ruangan sebelah dan minta tolong perawat jaga. 


Kejadian kedua, saat itu aku tidur di ruangan ibu karena ibu sering memanggil dan minta ditemani tidur di sebelahnya. Akhirnya ku putuskan untuk pergi sejenak sampai ibu bisa tidur nyenyak. Karena saking lelahnya, aku ketiduran. Lalu dengar kabar bapak pergi sendiri ke kamar mandi padahal tidak diperbolehkan. Alhasil selang yang seharusnya tersambung jadi terlepas dan darah berceceran. Langsung panggil perawat jaga dan sempat dimarahi oleh perawatnya. Ku putuskan untuk jaga di ruangan bapak, sementara ibu tertidur pulas. 


Kalau membayangkan kejadian itu rasanya sesak, ingin nangis. Di satu sisi ibu minta ditemani supaya bisa tidur, sedangkan di satu sisi harus jaga bapak agar tidak terjadi hal-hal di luar dugaan. 


Setelah kedua orang tua pulang dari opname. Selisih beberapa hari, ibu meninggal. Awalnya sesak nafas lalu dilarikan ke rumah sakit dan ternyata nyawa beliau tidak tertolong. Kemudian satu bulan merawat bapak. Di saat itu keadaan finansial juga sedang terhambat. Perlu biaya untuk berobat, pampers, dan lain sebagainya. Tapi tetap berusaha supaya bisa sembuh namun ternyata realita berkata lain. 


Rasanya tidak percaya kehilangan dua orang yang disayang dalam satu tahun. Memunculkan rasa trauma tersendiri ketika melihat rumah sakit atau mendengar sirine ambulan. Perasaan sedih yang mendalam sampai membuat diri ini sering ngblank. Merasa belum bisa membahagiakan kedua orang tua. 


Beberapa bulan seperti mati rasa. Mungkin orang melihatku seperti orang yang tabah, sabar dan biasa saja. Sebenarnya ada kesedihan mendalam dan berusaha dipendam serta denial dengan perasaan tersebut karena harus melanjutkan hidup. Jadi ketika ada pembahasan mendalam tentang orang tua, tiba-tiba air mata menetes atau menahan tangis ketika di luar.


Tidak tahu kenapa emosi juga ikut berubah. Dulu mudah simpati, berempati namun seketika jadi muncul perasaan benci terhadap manusia atau malah bersikap apatis. Ini terjadi dalam beberapa bulan, sekitar setengah tahun lebih. Bahkan sampai sekarang masih muncul perasaan aneh tersebut.


Kini sedang berusaha untuk menghilangkan perasaan itu. Karena setiap memikirkan manusia, malah muncul kebencian beserta perasaan negatif lainnya. Namun ketika memikirkan Allah, muncullah beragam perasaan positif hingga rasa negatif tadi menepi. Selain itu, mencoba mengalihkan perhatian atau menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas positif, seperti berkarya, ikut kajian, dan sebagainya. 


Mungkin “Kebencianku terhadap manusia/ orang lain adalah ketidakmampuan diri sendiri dalam mengatasi masalah yang dihadapi.” 


“Daripada menghabiskan waktu untuk membenci, lebih baik berusaha memperbaiki, masih banyak hal yang bisa dieksplor di dunia ini”


Rasa bersalah dan penyesalan adalah bukti bahwa seseorang masih menjadi manusia. Tapi akan bermasalah ketika perasaan-perasaan tersebut terus menghantui tanpa berusaha mendapatkan solusi. Terima kenyataan, ambil hikmahnya dan terus memperbaiki diri

Sunday, 29 September 2024

Pengalaman Keracunan yang Tak Terlupakan

Jelang akhir September ini, lebih tepatnya hari Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, selepas mengikuti acara dan keluar dari pintu, tubuh merasakan hal tak biasa. Ku pikir karena masuk angin atau kurang tidur. Eh... tapi entah kenapa berlanjut dengan gejala lain yang lebih parah. Kepala pusing kliyengan, pandangan kabur, sebelumnya sempat mual, rasanya hampir ingin pingsan. 

Alhasil memutuskan untuk ambil jeda ke kamar mandi, gejala-gejala tadi campur aduk jadi satu sampai terbesit "Apakah ini akhir dari dunia ini?" Gumamku dalam hati. 
Selang beberapa waktu, diare hebat disertai rasa mulas yang teramat melilit, tampaknya menghabiskan sebagian energiku. 

Untungnya, pusing sudah hilang dan mual sudah tidak terlalu terasa. Jeda istrirahat sebentar, memberanikan diri untuk pulang dan minta tolong dibonceng. Tadinya aku yang ada di depan sekarang gantian di belakang, takut tiba-tiba hilang keseimbangan. 

Saat berada di tempat acara tadi, tidak tahu bahwa diri ini sedang mengalami keracunan hingga pulang ke rumah. Ternyata, satu anggota di rumah juga mengalami gejala yang sama. Barulah ketahuan bahwa ini perihal salah konsumsi akibat tidak terlalu hati-hati. 

Setibanya di rumah, fisik terbaring lemas, tidak peduli keadaan sekeliling. Barulah muncul demam dan mulai merasakan mual, mulas kembali. Seharian tidur, bangun hanya untuk sholat dan ke kamar mandi. Tidak ada nafsu makan sama sekali. Sempat mencicipi sedikit nasi kuning tapi sayang malah bertambah mual plus muntah. 

Bentuk feses diare benar-benar cair seperti air, berlangsung selama lebih 4 hari semenjak kejadian. 

Tidak bisa membayangkan, di benakku hanya terpikir kapan semua akan berakhir? Kapan ini akan berlalu? Apa bisa cepat sembuh? Rasanya mustahil. Lalu sesekali ditepis, semoga lekas berlalu dan dilanjutkan dengan berdoa serta melakukan segala upaya semampunya. 

Ketika proses pemulihan, konsumsi air putih (ini terlalu sedikit karena hanya mengandalkan air putih di dekat kasur saja, tidak ada tenaga sama sekali untuk ambil air putih jarak jauh, kisaran 2 hari). Kadang diberi pisang, air jahe dan air degan (kelapa muda) oleh kakak. Fisik sedikit membaik dan terhidrasi, pasalnya air jahe dan kelapa muda meredamkan gejala-gejala keracunan (tentunya atas izin Alloh). 

Sebenarnya ada inisiatif saudara dan kerabat untuk periksa ke dokter, tapi kala itu fisik masih sering mules dan lemes. Jadi mengurungkan diri untuk melakukan perawatan pribadi saja, usaha semampunya plus berdoa. 

Yang ada dipikiranku saat itu hanya pasrah. "Wahai tubuhku, kalian semua sedang berjuang keras untuk melawan racun, terima kasih tubuhku, terima kasih Ya Alloh, aku juga berusaha semampuku dengan banyak istirahat dan konsumsi asupan sehat" Batinku ketika ada di fase-fase terberat menahan rasa sakit. Ngobrol sama tubuh sendiri, kedengarannya aneh tapi menenangkan. 

Di satu sisi diberi obat dari kakak yang periksa, namun hanya ku minum 1 tablet di hari ke empat. Itupun ku minum karena rasa mual sudah berkurang banyak dan sudah nafsu makan. Bentuk tabletnya hitam, agak tebal, kecil, bulat, manfaatnya untuk detoksifikasi.

Setelah H+5, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda fisik membaik. Belum BAB lagi, tapi gejala lainnya berangsur menghilang. Alhamdulillah, sujud syukur setiap muncul satu per satu nikmat yang dapat dirasakan. Mungkin ini sebagai pelajaran ke depannya untuk lebih bisa berhati-hati dan bersyukur, menghargai setiap kenikmatan. 

Tips saat keracunan: tidak panik, istirahat, penuhi asupan cairan bisa dengan air putih maupun air kelapa. Air jahe juga bagus, sebab mengandung zat-zat yang meredam beberapa gejala, seperti mual. Di sini dapat memilih konsumsi buah pisang guna mencukupi nutrisi. 

Sekian dulu sobat blogger, ambil hikmahnya saja ya... 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog. Apakah kamu punya pengalaman serupa? Bisa share di kolom komentar :) 



Saturday, 7 September 2024

Bagaimana Rasanya Hidup di Kota Solo?

Kota Solo (Surakarta) yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia merupakan kota Budaya dengan jargon "Solo, the Spirit of Java". Terkenal akan budaya keraton, kerajinan batik, dan tarian tradisional. 

Entah apa yang mendasari ingin nulis postingan satu ini. Tinggal dan lahir sebagai warga Solo menorehkan kenangan tersendiri. Ingat betul ketika tempo dulu masih sepi, jalanan belum sepadat sekarang dan spot-spot kuliner hanya seputar kuliner legend. 

Kurang lebih 30 tahun berada di kota kelahiran serta belum pernah merantau lama di kota-kota lain. Ya... mungkin karena sudah terlanjur nyaman. Memang sempat merantau di tempat lain tapi paling lama hanya bertahan 1 bulanan, itupun ikut pelatihan sembari mengisi liburan semester. 

Kalau ada foto before after bakalan saya spill di sini karena perubahannya lumayan pesat. Bangunan yang sebelumnya tidak berfungsi bahkan bisa dibilang tidak menarik minat masyarakat saat itu, kini seolah-olah seperti disulap jadi tempat nongkrong asyik bagi sebagian warga Solo. Contohnya: Bangunan Gedung Lowo, dulunya terbengkalai, diselimuti cerita horor hingga pernah dijadikan tempat uji nyali. Sekarang tengah berdiri bangunan indah, estetik dan spot belanja + kuliner.  

Dulu saat kecil, sekitaran tahun 2000 an masih jalanan aspal seperti di sebelah jalan yang belum paving block. Saat itu kurang terawat, belum tertata rapi. Namun sekarang sudah diperbaiki dan diatur sedemikian rupa supaya nyaman untuk pejalan kaki. Bisa jadi refreshing kecil menikmati pemandangan kota Solo dengan jalan kaki. 

Gambar di bawah ini adalah foto sekitaran tahun 2013. Sudah mulai ada fasilitas pedestrian, city walk dengan pemandangan pohon yang rimbun. 


Kini banyak spot menarik di kota Solo. Semakin marak taman-taman kota hingga tempat-tempat nongkrong. Apalagi ketika malam tiba. Setiap sabtu (malam minggu), ada bazar Ngarsopuro. Isinya tempat orang berjualan beraneka ragam, mulai dari kuliner hingga fashion. Selain itu, ada Solo Art di sepanjang jalan Gatsu, mulai hari Jum'at hingga hari Minggu. Semacam pasar seni, performance art, tari hingga kerajinan. 

Event-event di kota Solo juga beragam, contohnya Solo Batik Carnaval diadakan 1 tahun sekali. Solo International Performing Art, Solo Batik Fashion, Festival Payung, Solo Kuliner dan sebagainya. Umumnya agenda besar tadi diselenggarakan di ruang publik, seperti Taman Balaikota, Taman Balekambang, Pura Mangkunegaran, Benteng Vastenburg, Taman Sriwedari, Taman Budaya, Jalan Slamet Riyadi. 

Ada sisi menarik dari kota Solo. Disamping maraknya event budaya, atmosfer kajian muslim/muslimah di kota Solo juga tak kalah menarik antuisme warga. Hampir setiap hari selalu ada pengajian yang diadakan di beberapa masjid, ruang publik sampai inisiatif dari jama'ah pengajian itu sendiri. Misal: ada seorang warga Solo mengadakan kajian rutin khusus muslimah di kediamannya masing-masing. Tidak jarang pula, jama'ah membludak. Apalagi saat narasumbernya terkenal atau isi materinya menarik. 

Setiap hari senin dan kamis, ada beberapa masjid yang menyelenggarakan buka puasa bersama, semisal: Masjid Nurul Huda di Manahan, Masjid Nur Mirah dan Masjid At Taqwa (Kompleks Sekolah Al-Islam). 

Di sini terlihat sekali banyak antusias warga dari kota Solo dan sekitarnya untuk datang ke kajian, terutama ibu-ibu. Namun sebenarnya kajian-kajian tersebut terbuka untuk umum. Meski demikian ada pula kajian-kajian khusus muslimah. 

Setiap kajian terdapat panita penyelenggaranya masing-masing. Mungkin jika kamu ingin ikut secara rutin, bisa minta grup whatsapp guna mengetahui informasi rutin mengenai info kajian. 

Tema-tema kajian sangat bervariasi, mulai dari kajian fiqih hingga kesehatan fisik maupun psikologis. Lengkap dan bisa menimba banyak ilmu pengetahuan. 

Dari segi kuliner, memang kota Solo terkenal dengan kuliner-kuliner yang lezat dan budget terjangkau. 

Bagaimana? Apa kamu berminat tinggal di kota Solo? Atau ada rencana sekolah, kuliah, kerja di kota Solo?